penjelasan dan contoh perangkat lunak /SOFTWARE jaringan

penjelasan dan contoh perangkat lunak jaringan
2.4. Perangkat Lunak jaringan

Perangkat Lunak jaringan komputer adalah program yang sistematis berperan sebagai penghubung antara pengguna dengan Perangkat keras jaringan komputer. Perangkat keras baru dapat difungsikan jika didukung oleh sistem operasi jaringan dan perangkat lunak jaringan lainnya. Diibaratkan perangkat keras adalah jasad dan perangkat lunak adalah ruh. dan keduanya harus saling bersinergi. Jika salah satunya tidak ada maka perangkat-perangkat jaringan komputer ini hanyalah sebuah nama yang tidak bisa difungsikan

A.    Macam-Macam Perangkat Lunak jaringan
Macam-macam Perangkat Lunak Jaringan Komputer Untuk membangun sebuah jaringan komputer dibutuhkan minimal 3 macam Perangkat Lunak Jaringan Komputer sebagai syarat mutlak agar bisa berjalan secara optimal dan aman yaitu:
  1. Perangkat lunak Utama (Sistem operasi jaringan komputer)
  2.  Sistem Administrasi Jaringan
  3.  Sistem keamanan Jaringan

Sistem operasi jaringan umumnya menyediakan berbagai fasilitas untuk untuk pengelolaan dan pemeliharaan aktivitas jaringan. Selain itu, berbagai perangkat lunak khusus juga telah dikembangkan oleh individu dan perusahaan untuk mendukung kegiatan pengelolaan dan pemeliharaan jaringan. Mengingat beragamnya fasilitas dan perangkat lunak tersebut, maka berikut ini akan dijelaskan berbagai fungsi utama yang diperlukan dalam sistem operasi jaringan, pengelolaan dan pemeliharaan jaringan. Penjelasan ini dapat dipergunakan sebagai panduan dalam memilih perangkat lunak jaringan komputer dan perangakat lunakpengelolaan dan pemeliharaan jaringan.
  1. Perangkat lunak Utama (Sistem operasi jaringan komputer)
Sistem Operasi Jaringan (Network Operating System) adalah perangkat lunak atau software jaringan komputer yang bertanggung jawab atas pengelolaan dan pengawasan perangkat keras jaringan. Pengawasan (controlling) dan pengelolaan (management) merupakan fungsi-fungsi dasar perangkat lunak jaringan seperti pengelolaan lalu lintas (traffic) data dan informasi, mengontrol file dan direktori jaringan, dan lain-lain. Perangkat Lunak Sistem operasi jaringan komputer juga memiliki tugas menjalankan (running) perangkat lunak administrasi jaringan komputer. Selain dari itu, sistem operasi jaringan berperan sebagai penanggung jawab sistem keamanan jaringan dengan melakukan pemantauan otoritas pemakai layanan jaringan. Oleh karena itu, sistem operasi jaringan merupakan perangkat lunak yang sangat vital bagi jaringan komputer. Berikut adalah macam-macam Sistem Operasi jaringan komputer :
  1. NETWARE Netware, adalah sistem operasi jaringan yang paling populer dalam tahun 1980-an dan 1990-an dan merupakan sistem operasi jaringan dari Novell Inc.,. pada pertengahan tahun 1990-an telah dibangun lebih dari sejuta jaringan berbasis Netware.Bila bandingkan dengan sistem operasi jaringan lainnya saat itu, Netware jauh lebih friendly digunakan dan terkenal dengan “kebandelannya”. Sekali jaringan yang berbasis Netware berhasil dibangun dan dijalankan maka biasanya sangat jarang mengalami kendala teknis dalam pengoperasiannya.
  2. WINDOWS, Windows yang pertama kali memperkenalkan Sistem operasi jaringan adalah Windows NT (Network Technology). Sistem operasi jaringan ini dibuat dalam dua versi yaitu Windows NT Server untuk server jaringan dan Windows NT Workstation untuk komputer simpul atau workstation. Setelah berkiprah selama lebih dari lima tahun Windows NT kemudian berganti versi yang lebih baik yaitu Windows 2000, juga tersedia dalam versi erver dan versi Workstation. Selanjutnya, Windows 2000 juga diganti dengan Windows 200 juga dalam versi Server dan versi Workstation. Perlu diingat bahwa perangkat komputer yang berbasis Windows (95, 98, ME, XP) dapat langsung cedihubungkan ke jaringan berbasis sistem operasi jaringan Windows (NT, 2000, 2003). Bahkan sistem operasi Windows XP dikembangkan dengan mengadopsi teknologi jaringan yang diimplementasikan pada Windows NT.
  3. LINUX, Linux adalah nama kernel atau inti dari sistem operasi yang dikembangkan oleh Linus Torvalds dan diperkenalkan pada bulan September 1991. Sekarang ini, pengembangan Linux mencakup hampir semua jenis software untuk pekerjaan sehari-hari. Sistem operasi Linux juga dikenal dengan istilah distribusi Linux (Linux distribution) atau distro Linux umumnya sudah termasuk perangkat-perangkat lunak pendukung seperti server web, bahasa pemrograman, basisdata, tampilan desktop (desktop environment) seperti GNOME,KDE dan Xfce juga memiliki paket aplikasi seperti word processing (pengolah kata), spreadsheet (lembar kerja), multimedia dan Internet. Berbeda dengan sistem operasi lain yang hanya dimiliki oleh satu atau beberapa orang atau perusahaan, Linux bisa dimiliki oleh perorangan dan organisasi atau perusahaan dari negara manapun juga. Linux adalah salah satu sistem operasi open source yang bisa diatur sesuka hati oleh pengguna, dari sistem sampai dengan aplikasi. Pengguna dapat menginstall apapun yang ia butuhkan. Open Source memiliki makna yang hampir sama dengan free software, yaitu kode program tersedia atau terbuka, sehingga siapa pun dapat mempelajari, mengubah, dan menyebar- luaskan kembali hasil perubahannya itu. Open Source dimaksudkan antara lain untuk mengimbangi dominasi tunggal Microsoft Inc. terhadap sistem operasi PC dan sistem operasi jaringan. Walaupun demikian, semua distro Linux itu memiliki kesamaan yaitu bisa dijalankan dengan mode teks, dan dapat ditambah program grafis untuk bekerja dengan mode grafis atau GUI (Graphical User Interface). Hal ini berbeda dengan OS Windows yang hanya berfungsi penuh jika ada GUI. Yang membedakan suatu distro Linux dengan distro yang lain adalah cara instalasi dan administrasi. Misalnya, Knoppix adalah distro Linux yang dapat langsung digunakan tanpa harus dipasang (install) di harddisk. Sedangkan Mandrake sebelum bisa digunakan harus diinstal ke harddisk terlebih dahulu, dan sulit bagi pemula Dengan berbagai kelebihan yang dimiliki sistem operasi Linux, dewasai inisudah mulai populer dan banyak digunakan sebagai sistem operasi jaringan komputer.

2.      Sistem Administrasi Jaringan
kegiatan pengelolaan dan pemeliharaan jaringan komputer adalah fungsi administrator jaringan. Pengelolaan jaringan adalah kegiatan yang terkait dengan pengoperasian jaringan sehari-hari untuk menjaga agar tetap berfungsi secara maksimal. Sedangkan pemeliharaan jaringan adalahan kegiatan yang dimaksudkan untuk menjamin ketersediaan infrastruktur jaringan untuk mendukung kelancaran operasional organisasi ataupun perusahaan.
Fungsi utama yang diperlukan dalam pengelolaan dan pemeliharaan jaringan
  1. Pemantauan Unjuk Kerja Jaringan
  2. Penyeimbang Beban Jaringan
  3. Sistem Keamanan jaringan
Unjuk kerja (performance) jaringan tergantung pada banyak faktor, antara lain beban dan utilisasi CPU, beban dan utilisasi Memori, beban dan utilisasi harddisk, lalu lintas (traffic) dalam jaringan, serta kualitas dan kecepatan media transmisi jaringan. Oleh arena itu, kemampuan perangkat lunak adminsitrasi jaringan dalam memantau faktor-faktor tersebut sangatlah dibutuhkan. Fasilitas yang sebaiknya tersedia antara lain:
  • Pemantau fault atau permasalahan perangkat keras jaringan
  • Pemantau beban dan utilisasi CPU dan Memori
  • Pemantau pemakaian bandwidth
  • Pemantau traffic (lalu lintas)jaringan
Penyeimbang Beban Jaringan, Dalam jaringan yang besar, beban jaringan idealnya dapat dibagi secara merata sehingga pada semua simpul jaringan terjadi keseimbangan unjuk kerja. Berbagai teknik telah dikembangkan untuk mendistribusikan beban dari suatu jaringan sehingga keseimbangan dapat dijaga. Sudah tentu dalam pengelolaan suatu jaringan .kemampuan perangkat lunak jaringan komputer dalam menyeimbangkan beban sangat diperlukan. Baca:Administrator Jaringan



3.      Perangkat Lunak Keamanan Jaringan Komputer
Selain pengelolaan dan pemeliharaan jaringan di atas, tantangan yang tak kalah besar lainnya adalah sistem keamanan jaringan komputer. Marakanya hacking, kejahatan didunia maya lainnya dan penyusupan jaringan oleh orang-orang yang tidak berhak (unauthorized). Penyusupan ke dalam suatu jaringan biasanya dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi mengenai cara otentifikasi oleh jaringan tersebut, khususnya tanda pengenal pemakai (user identification) dan kata sandi (password). Begitu suatu jaringan komputer terkena sasaran penyusup maka sistem-sistem jauh (remote) yang terhubung ke dalam jaringan tersebut juga akan terpapar pada bahaya para penyusup. Informasi tentang account pemakai dan kata sandi yang disalurkan atau dipakai selama terhubung ke jaringan yang telah disusupi tentu berada dalam risiko dicuri juga.
Oleh sebab itu, kemampuan perangkat lunak adminsitrasi jaringan dalam melindungi jaringan dari ancaman penyusupan sangatlah penting. Fasilitas yang sebaiknya tersedia antara lain:

  1. User Otentikasi (otentikasi pemakai jaringan)
  2. Limited Acces Pembatasan akses oleh pemakai jaringan
  3. Pendeteksian penyusup jaringan
  4. Scanning port-port yang sensitive

0 Response to "penjelasan dan contoh perangkat lunak /SOFTWARE jaringan"

Post a Comment